Buka 09.00 - 17.00 WIB Sabtu - Minggu Libur
021 8048 8154
0815 7446 0682
info@pabrikhelm.com

Jenis Bahan Untuk Jas Hujan

Friday, September 4th 2015.

Mezzo KuningJenis Bahan untuk Jas Hujan yang Perlu Anda Ketahui

Jenis bahan untuk jas hujan ada beberapa macam yang fungsinya sama, yaitu melindungi tubuh seseorang yang memakainya agar terhindar dari kebasahan saat turun hujan. Oleh karena itu, jenis bahan yang dipakai harus tahan air atau waterproof. Dengan bahan yang dipakai, sebuah jas hujan dapat didesain dengan berbagai jenis. Misalnya, jenis jas hujan ponco, jas hujan overcoat, training atau setelah baju dan celana, serta jas hujan gamis. Semua jenis jas hujan tersebut dipakai oleh seseorang dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, seorang polisi lalulintas yang harus terjun langsung untuk mengurai kemacetan di jalan raya, padahal sedang turun hujan deras. Polisi itu dapat menggunakan jenis jas hujan training, yaitu setelan baju dan celana, sehingga dapat bergerak dengan leluasa tanpa ada halangan. Contoh yang lain, seorang wanita yang menggunakan jilbab dan memakai busana gamis, dapat memakai jenis jas hujan gamis sehingga dapat selalu beraktivitas meskipun sedang diguyur hujan. Sementara itu, ada beberapa jenis bahan untuk jas hujan yang perlu Anda ketahui, antara lain sebagai berikut.

Bahan plastik

Plastik memang sebuah bahan yang anti air, sehingga sangat cocok untuk dijadikan jas hujan. Namun, bukan plastik-plastik yang biasa Anda temukan, seperti kantong plastik. Namun, plastik dengan ketebalan tertentu sehingga saat dibuat jas huja memang benar-benar tahan air. Selain itu, orang yang memakainya untuk melindungi tubuh dari basah air hujan dapat merasa nyaman. Oleh karena itu, beberapa jenis jas hujan ada yang dijual dengan dengan bahan plastik.

Selain untuk melindungi dari air hujan, jenis jas hujan ponco yang terbuat dari plastik dapat dimanfaatkan untuk yang lain. Sebagai contoh, jas hujan tersebut digunakan untuk tenda kecil untuk berteduh dari guyuran hujan. Anda pun dapat memanfaatkannya di rumah atau saat bepergian di luar rumah.

Bahan parasut

Bahan parasut biasanya dipakai untuk membuat jenis jas hujan training atau gamis. Bahannya yang sangat ringan, sehingga tidak sedikit yang memilih untuk dibeli. Selain itu, bahan parasut sifatnya lembut, sehingga sangat aman untuk dipakai tanpa ada gesekan atau luka lecet saat memakainya. Namun demikian, jas hujan berbahan parasut biasanya tidak terlalu tahan air atau anti air, apalagi saat diguyur hujan cukup deras. Orang yang memakainya dapat basah kuyup jika terus diguyur hujan yang deras.

Sementara itu, model jas hujan berbahan parasut saat ini didesain cukup beragam dengan warna-warni yang memukau. Anda pun dapat memilikinya karena harganya tidak terlalu mahal. Sudah banyak penjual yang menawarkannya, sehingga sangat mudah untuk mencarinya.

Bahan katun

Jenis jas hujan berbahan katun saat ini sudah jarang orang memakainya karena memang hampir tidak ada yang menjualnya. Meskipun demikian, Anda pun perlu mengetahui bahwa jas hujan yang pertama kali dibuat, yaitu berbahan katun. Sekitar tahun 1823, Charles Macitosh bereksperimen dengan membuat sebuah jubah yang berfungsi untuk melindungi dari guyuran air hujan. Maka terciptalah jas hujan pertama kali yang terbuat dari dua lembar kain katun, di tengah-tengahnya disekat dengan lapisan karet.

Pada saat itu, penggunaan jas hujan memang sangat aneh. Dalam perkembangannya, jas hujan dibuat lebih modern dengan bahan yang lebih ringan, mudah pemakaian dan cara penyimpanannya. Hingga sekarang, jas hujan terus mengalami perkembangan hingga didesain lebih modis dan tahan lama. Itulah sedikit tulisan tentang jenis bahan untuk jas hujan.

Rp (Hubungi CS)
habis
Rp 405.000
habis
Rp 80.000
habis
Rp 580.000
habis
habis
Rp 360.000
habis
Rp 55.000